Mountaineering

MENGGAPAI PESONA SEMERU (1)

Rencana pendakian Semeru ini sebenarnya berawal dari baru “ngeh” nya saya pada awal tahun 2014 klo saya punya punya jatah cuti sebanyak 24 hari untuk tahun ini. 24 hari merupakan hasil akumulasi dari jatah cuti saya yang jarang saya ambil di tahun-tahun sebelumnya. Setelah dikurangi cuti bersama lebaran sebanyak 4 hari, sisa 20 hari. Jumlah yang terbilang sangattt banyak untuk  kaum pegawai seperti saya. Jadilah searching dan blogwalking dan sampailah di laman WG. Pilihan pun langsung jatuh pada Trip di tanggal “cantik” Bulan Mei kawan, yup, Trip 27 Mei-1 Juni 2014. Karena tidak ada mekanisme transfer cuti atau konversi cuti menjadi tambahan penghasilan, saya putuskan ambil cuti ketimbang mubadzir, Cuti pun disetujui Bos.Yeeeyy…^^.

Stasiun Senen–Stasiun Malang–Tumpang–Rest Area-Desa Ranupani

keril
keril memenuhi tempat tas di Matarmaja

Hari yang ditunggu pun tiba. Selasa, 27 Mei 2014, setelah memastikan tidak ada yang tertinggal outdoor gear saya  dan logistik selama di gunung nanti, saya pun berangkat ke Meeting Point Stasiun Senen untuk bertemu dengan kesebelas anggota tim Surya Kencana (Surken) dari total 49 peserta Hiking dari seluruh Nusantara yang dikoordinasi  WG. Anggota team Surken yang pertama berhasil ketemu adalah mas Arie, yang belakangan baru saya ketahui adalah seorang dokter. Kasian mas Arie ini, harus kehilangan galaxy tab disini pada saat kami bergantian berjaga membeli air minum di Indomaret di dalam kawasan Stasiun Senen.

Suasana Stasiun Senen hari itu unik, tidak seperti biasanya. Ramai, sangat ramai, dan padat. Stasiun tiba-tiba penuh dengan pemandangan orang dengan keril di punggung mereka.Ya, mereka juga seperti kami, ingin mendaki Semeru. Pukul 13.30 WIB  tepat Kereta yang kami tumpangi, KA Matarmaja berangkat. Masih ingat saya kalau kami harus berlari, ya benar-benar berlari saat akan masuk ke kereta, karena tiket kereta baru dipegang di tangan masing-masing sekitar 5 menit sebelum keberangkatan. Hahaha…belum apa-apa saya sudah keringatan disini. Berlari sambil beban keril 80 L yang penuh logistik dan tidak ringan di punggung.

Matarmaja hari itu, seperti di booking khusus untuk para pendaki. Mungkin 7 Gerbong dipenuhi penumpang para pendaki gunung Semeru. Keril pun memenuhi tempat barang di atas tempat duduk. Setelah Delapan Belas Jam lama perjalanan, Rabu, 28 Mei Pagi jam 07.00 kereta kami pun tiba di Stasiun Kota Malang. Perjalanan diteruskan dengan menggunakan angkot biru kecil menuju Pasar Tumpang. Ada perubahan kebijakan “politik” transportasi Jeep dari Tumpang ke Ranupani. Kalau dulu yang saya dengar bisa langsung, sekarang harus lanjut dengan angkot kecil sekali lagi menuju Rest Area Pasar Glagah , baru kemudian lanjut ke Ranupani.

Jeep @ Rest Area
Naik Jeep dari Rest Area

Sekitar sejam sampailah kami di Rest Area. Disini kami istirahat sebentar, sambl menunggu Jeep datang menuju Ranupani. Sekitar jam 13.00 Jeep yang ditunggu pun datang dan kamipun melanjutkan perjalanan ke Ranupani. Jalur sepanjang Rest Area menuju Ranupani,  diawali dengan ladang-ladang sayuran milik penduduk pada lahan perbukitan, yang semakin lama semakin menanjak dan berganti didominasi dengan semak dan vegetasi khas hutan hujan. Di tengah perjalananan kami menuju Ranupani ini, ada pemandangan spektakuler . Yaitu Kaldera Tengger, bukit teletubies, dan gunung Tengger Purba yang Subhanalloh Indahnya.

Gunung Tengger Purba
Gunung Tengger Purba

Desa Ranupani–Watu Rejeng–Ranu Kumbolo

Pukul 15.00 WIB kami pun tiba di Ranupani, desa terakhir sebelum memulai pendakian Semeru. Setelah makan, administrasi pendakian, brifing dan mengecek kelengkapan tim, kami pun berangkat mendaki. Sekitar 300 m dari start awal mendaki sampailah kami di gerbang awal Pendakian Semeru TNBTS. Track awalnya disebelah kanan adalah ladang  sayuran penduduk yang sesaat kemudian sudah tak terlihat lagi. Berganti Semak dan lebatnya pepohonan di kanan kiri jalan setapak track resmi pendakian ini.

Ranupani, desa terakhir sebelum mulai mendaki Semeru
Ranupani, desa terakhir sebelum mulai mendaki Semeru

Karena perbedaan speed, team kami, Surya Kencana tersplit menjadi tiga kelompok kecil. Grup terdepan Bang Fajril, Tengah Bang Arie, dan belakang Bang Sapta. Sepanjang Track kami saling berpapasan dengan pendaki dari arah berlawanan yang baru turun dari Semeru. Sudah lazim kalau sedang naik gunung para pendaki akan saling menyapa “permisi mas/mbak” , “ semangat mas/mbak”, “sudah dekat mas/mbak, semangat”dan hahaha… karena sapaan terakhir itu saya pun jadi tak percaya pada pendaki (#ifyouknowwhatimeant), just joke. XD

Gerbang Penyambut Para Pendaki Semeru di Ranupani
Gerbang Penyambut Para Pendaki Semeru di Ranupani

Track yang kami lalui relatif datar, dan beberapa kali melewati tanjakan namun tidak ekstrem, seperti tanjakan Setan di gunung Gede. 2 jam berlalu, saya dan Bang Arie sampailah di pos Watu Rejeng. Disini kami masih bisa melihat Semeru menjulang dengan gagahnya jauh di depan kami. Selama perjalanan ini, kami banyak berhenti untuk beristirahat setelah sekitar 15 menitan. Menjelang pos 3, grup saya akhirnya bisa menyusul grup Bang Fajril dan dari sini Tanjakan sebenrnya kami rasakan. Tanjakan sekitar 50 meter kemiringan 45-60 derajat yang cukup menguras energi. Setelah tanjakan ini, energi kami seperti tiba-tiba terisi kembali karena mendengar suara-suara dan cahaya dari arah yang dapat kami perkirakan semua. Ya, pos bermalam pertama yang kami tunggu-tunggu. Kami pun terus berjalan dan sampailah di pos akhir sebelum Danau cantik itu. Ranu Kumbolo terlihat cantik malam itu kawan, rasa capek, pegal di kaki, dengkul, dan pundak ini  terobati saat dengan jelas kami bisa melihat danau yang sangat terkenal di kalangan pendaki karena keindahannya ini.

Jam 8 malam, kami tiba di area camp samping danau. Setelah istirahat sebentar, dipimpin oleh Bang Galuh, kami memutuskan memasakkan nasi dan makanan untuk anggota kelompok kami yang belum datang. Kami Pun mengeluarkan logistik kelompok dari masing-masing keril dan mulai mengambil air di danau untuk memasak.Tepat pukul 10 malam anggota kelompok kami telah berkumpul semua. Setelah makan malam kami pun istirahat untuk mengisi energi untuk melanjutkan pendakian keesokan harinya.

DSC_0259

bersambung,,,,

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s